SMA NEGERI 10 MAROS SELENGGARAKAN SOSIALISASI SAMPAH UNTUK KEBERSIHAN LINGKUNGAN,

Pendidikan30 Dilihat
banner 468x60

Mengubah Keresahan menjadi Gerakan, melalui Sosialisasi Pengelolaan Sampah

banner 336x280

Maros. SMA Negeri 10 Maros selenggarakan Sosialisasi Pengelolaan Sampah yang disampaikan oleh Wakasek Kesiswaan, Syamsiah, S.Pd diikuti oleh Siswa dan Guru. Adanya sampah harian yang perlu ditangani menjadi pemicu perlu dilakukan sosialisasi pengelolaan sampah untuk mengubah keresahan menjadi gerakan penanganan sampah sebagai sarana edukasi yang bertujuan agar tercipta lingkungan sekolah yang bersih dan sehat. Kamis Siang, 16 Oktober 2025, di Dusun Garantiga, Desa Simbang, Kec. Simbang.

Menindaklanjuti persoalan sampah sebagai permasalahan umum, Kepala Satuan Pendidikan SMA Negeri 10 Maros, Dr. Hj. Rosdiana, S.Pd., M.Si menghimbau “perlu diwujudkan langkah inovatif sebagai sistem pengelolaan sampah, baik dalam bentuk pemilahan sampah organik dan anorganik secara teratur untuk diolah menjadi sesuatu yang memiliki nilai dan manfaat.

Ia pun melanjutkan, “Sampah yang terkesan kotor , jorok, dan bau jika diolah dengan baik akan memberikan dampak positif bagi lingkungan sekolah. Namun sebaliknya, jika dibiarkan begitu saja tanpa adanya kesadaran diri dan kepedulian terhadap lingkungan, maka sampah akan menjadi pemandangan yang tidak baik dipandang mata,”.

“Sampah yang menjadi persoalan umum saat ini, memerlukan kemauan, kesadaran, keterampilan, dan langkah konkret lainnya, seperti mengurangi penggunaan gelas atau botol plastik kemasan diganti dengan tumbler, dan bahkan sampah yang berjenis organik pun bisa diolah menjadi sesuatu yang berguna, ”lanjutnya.

Sejalan dengan itu, Wakasek Kesiswaan, Syamsiah, S.Pd melanjutkan dengan menyampaikan materinya dan berbagi praktik baik. “Dalam memilah dan mengolah sampah, pihak sekolah telah berupaya agar warga sekolah turut membangun kesadaran dan partisipasi bijak agar tidak membuang sampah secara asal-asalan dan berupaya agar permasalahan sampah yang ditimbulkan dapat teratasi agar tercipta lingkungan yang sehat, bersih, dan berkelanjutan,”.

“Sampah organik seperti sisa makanan, jika diolah dengan baik, dapat dimanfaatkan sebagai kompos untuk menyuburkan tanah, dan sampah anorganik seperti plastik dapat didaur ulang menjadi produk baru seperti paving blok, dan itu sudah terbukti sebagai aksi nyata yang bisa dilakukan,” tambahnya.

Ia pun menambahkan “Hanya saja, diperlukan kesadaran bersama untuk melakukan pengelolaan dan penanganan sampah agar dapat dimanfaatkan menjadi produk seperti media tanam organik maupun menjadi taman edukasi,”.

Untuk mewujudkan hal itu, diperlukan langkah strategis berbentuk partisipasi seluruh warga sekolah untuk membangun kesadaran melakukan pengelolaan sampah sebagai bagian dari keinginan mewujudkan konsep berkelanjutan dengan tujuan melindungi dan melestarikan alam serta mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan dengan sarana yang memadai.

Penulis : Anwar

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *